Hal yang Tidak Bisa Dibeli Uang
Hal yang Tidak Bisa Dibeli Uang
Ada masa dalam hidup ketika kita percaya...
Jika memiliki uang yang cukup...
Hampir semua persoalan akan selesai.
Karena itu kita bekerja lebih keras.
Pulang lebih malam.
Menunda liburan.
Menunda berkumpul.
Menunda banyak hal.
Kita berkata kepada diri sendiri,
"Nanti saja."
"Kalau semuanya sudah lebih baik."
"Kalau pekerjaan sudah lebih tenang."
Seolah-olah hidup selalu bersedia menunggu.
Lalu waktu berjalan.
Pelan.
Tanpa banyak suara.
Suatu hari...
Ada seorang anak yang akhirnya mampu membelikan ayahnya sebuah kursi yang sangat nyaman.
Bertahun-tahun ia menyisihkan penghasilannya.
Ia ingin membalas semua kerja keras yang pernah dilakukan ayahnya.
Ketika kursi itu tiba di rumah...
Ayah hanya tersenyum.
Lalu berkata pelan,
"Sekarang Ayah lebih senang duduk di teras saja."
Saat itu ia baru mengerti...
Ada hadiah yang datang tepat waktu.
Ada juga hadiah yang datang ketika waktu sudah berubah.
Sejak hari itu...
Ia mulai melihat hidup dengan cara yang berbeda.
Ternyata bukan semua hal bisa menunggu sampai kita merasa siap.
Ada pelukan yang tidak sempat diberikan.
Ada makan malam keluarga yang terus ditunda.
Ada perjalanan yang selalu direncanakan untuk "tahun depan."
Ada percakapan yang akhirnya tidak pernah terjadi.
Bukan karena kita tidak peduli.
Melainkan karena kita selalu mengira...
Kesempatan akan tetap ada.
Semakin bertambah usia...
Semakin kita memahami bahwa uang memang mampu membuat hidup menjadi lebih mudah.
Ia membantu kita merawat keluarga.
Memberikan rasa aman.
Membuka banyak pilihan.
Namun kehidupan diam-diam mengajarkan sesuatu yang lain.
Ada hal-hal yang nilainya tidak pernah mengikuti isi rekening.
Sebuah sore yang dihabiskan bersama orang tua.
Tawa anak yang masih kecil.
Sahabat yang masih memiliki waktu untuk bertemu.
Tubuh yang masih sehat untuk berjalan.
Hati yang masih mampu merasa cukup.
Semuanya terlihat biasa...
Sampai suatu hari...
Kita menyadari bahwa tidak semuanya bisa diulang.
Mungkin...
Itulah sebabnya...
Semakin dewasa, ukuran kekayaan seseorang perlahan berubah.
Bukan lagi tentang seberapa banyak yang berhasil ia kumpulkan.
Melainkan tentang seberapa banyak hal berharga yang tidak ia biarkan terlewatkan.
Karena pada akhirnya...
Yang paling kita rindukan bukanlah uang yang pernah kita hasilkan.
Melainkan hari-hari ketika orang-orang yang kita cintai masih duduk bersama kita...
Dan kita tidak menyadari bahwa saat itu...
Kita sebenarnya sudah memiliki kekayaan yang paling berharga.