Waktu Tidak Pernah Menunggu

Waktu Tidak Pernah Menunggu
Di sudut ruang tamu...
Masih tergantung sebuah foto keluarga.
Bingkainya mulai kusam.
Namun setiap kali mata kita tertuju ke sana...
Selalu ada alasan untuk berhenti sejenak.
Di dalam foto itu...
Ayah masih berdiri tegak.
Ibu masih tersenyum tanpa banyak kerutan.
Anak-anak masih saling berebut tempat di depan kamera.
Semua terlihat begitu dekat.
Begitu utuh.
Tak ada yang menyangka...
Bahwa hari ketika foto itu diambil...
Kelak akan menjadi salah satu kenangan yang paling sering ingin kita kunjungi.
Saat itu...
Tidak ada yang terasa istimewa.
Kami hanya berkumpul seperti biasa.
Bercanda.
Tertawa.
Lalu seseorang berkata,
"Ayo, kita foto sebentar."
Hanya beberapa detik.
Sesederhana itu.
Tidak ada seorang pun yang berpikir...
Bahwa bertahun-tahun kemudian...
Foto itu akan menyimpan begitu banyak cerita.
Begitulah cara waktu bekerja.
Ia tidak pernah datang membawa peringatan.
Ia tidak pernah berbisik,
"Nikmatilah hari ini, karena suatu hari nanti kamu akan merindukannya."
Ia hanya terus berjalan.
Pelan.
Nyaris tanpa suara.
Sampai suatu hari...
Rumah yang dulu selalu ramai mulai lebih sering sunyi.
Kursi yang biasa ditempati ayah lebih banyak kosong.
Suara ibu dari dapur tidak lagi sesering dulu.
Anak-anak yang dahulu memenuhi rumah dengan tawa...
Kini datang ketika sempat.
Tidak ada satu peristiwa besar yang mengubah semuanya.
Hanya hari-hari yang terus berganti.
Satu demi satu.
Tanpa pernah berhenti.
Mungkin...
Bukan waktu yang bergerak semakin cepat.
Kitalah yang terlalu sering berkata,
"Masih ada besok."
"Masih ada kesempatan."
"Nanti saja."
Padahal...
Tidak semua pelukan bisa diulang.
Tidak semua makan malam bisa dijadwalkan kembali.
Tidak semua percakapan mendapat kesempatan kedua.
Dan tidak semua orang...
Tetap berada di tempat yang sama...
Menunggu kita selesai dengan kesibukan.
Suatu hari nanti...
Kita mungkin kembali berdiri di depan foto itu.
Lebih lama dari biasanya.
Memperhatikan setiap wajah yang pernah memenuhi rumah.
Lalu diam-diam berharap...
Andai dulu kita tahu...
Bahwa hari yang terasa begitu biasa itu...
Ternyata sedang menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup kita.
Mungkin...
Waktu tidak pernah benar-benar mengambil sesuatu dari kita.
Ia hanya terus berjalan.
Lalu perlahan mengajarkan...
Bahwa yang paling berharga dalam hidup...
Hampir selalu terasa biasa...
Ketika masih kita miliki.

Buku Kita

Sebelum Terlambat

Sebelum Terlambat

Beli Buku
Ketika Cinta Tidak Lagi Semuda Dulu

Ketika Cinta Tidak Lagi Semuda Dulu

Beli Buku

Terima kasih telah membaca.

Lihat Semua Buku